KOMINFO SURATI FACEBOOK DAN TWITTER UNTUK BAHAS MASALAH PENTING !!

πŸ™ RUMAHINJECT πŸ™

Tampaknya situasi media sosial kian memans dan semakin tidak terkontrol, pasalnya situasi politik yang panas juga oleh sidang penistaan agama Ahok dan akan disusul oleh sidang penistaan agama dan penghinaan pancasila Habib Rizieq yang akan penuhi panggilan polisi tanggal 12 mendatang membuat para pendukung kedua kubu bertikai secara hebat di media sosial, melalui Twitter dan Facebok, untuk sebarkan seluruh informasi versi masing masing, nah ternyata kominfo tidak tinggal diam, ini dia langkah kominfo


Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan dirinya telah menyurati Facebook dan Twitter untuk bertemu membahas penanganan berita palsu atau hoax.

"Sudah disurati, sudah diterima (oleh Facebook dan Twitter). Masih diatur, mereka juga waktunya masih diatur. Dalam waktu dekat, diharapkan akhir Januari atau awal Februari bisa bertemu," katanya di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Menurut Semuel, hoax juga merupakan masalah bagi dua perusahaan media sosial tersebut. Untuk itu, ia menyakini, upaya untuk menangani masalah hoax akan disambut positif.

"Masalah ini kan buat mereka juga mengganggu, mereka perlu juga bantuan. Kalau dibantu senang juga, kalau di tempatnya dia penuh hoax kan juga enggak ada yang mau bukan," katanya.

Sebelumnya, Semuel mengatakan, kementerian terinspirasi dengan berita terkait upaya Jerman untuk menangani hoax di Facebook. Pemerintah Jerman mengumumkan akan memberikan denda sebesar 500.000 euro kepada Facebook untuk setiap berita palsu yang beredar di platform tersebut.

Menurut dia, platform media sosial seperti Facebook dan Twitter tetap harus bertanggung jawab terhadap penyebaran berita-berita palsu tersebut. Hal ini sesuai dengan UU ITE.

Ia menambahkan, pihaknya akan membuat regulasi guna menangani hoax di Facebook, Twitter maupun media sosial lainnya. (sua)

Tampaknya situasi media sosial kian memans dan semakin tidak terkontrol, pasalnya situasi politik yang panas juga oleh sidang penistaan agama Ahok dan akan disusul oleh sidang penistaan agama dan penghinaan pancasila Habib Rizieq yang akan penuhi panggilan polisi tanggal 12 mendatang membuat para pendukung kedua kubu bertikai secara hebat di media sosial, melalui Twitter dan Facebok, untuk sebarkan seluruh informasi versi masing masing, nah ternyata kominfo tidak tinggal diam, ini dia langkah kominfo