tabsrecent(blogpost)/Politik,Beritanya,Kejadian,INTERMEZO

πŸ™ RUMAHINJECT πŸ™

Kasus pengelapan tanah dan pemangilan Sandiaga Uno Ke kantor polisi untuk pemeriksaan memang sangat rewel dan membuat aparat kepolisian geram, pasalnya dalam panggilan pertama Sandiaga tidak hadir dan malah meminta untuk penundaan kasus, hal inilah yang akan dilakukan oleh kepolisian bila Sandiaga Masih rewel dengan kasusnya itu



Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya bisa menjemput Sandiaga Uno secara paksa jika calon wakil gubernur DKI itu tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Sandiaga dilaporkan dalam kasus dugaan penggelapan dan pemalsuan kuitansi.

"Kalau setelah panggilan kedua enggak datang juga kita layangkan perintah membawa. Jadi setelah ini enggak ada alasan enggak datang. Harus hargai undang-undang," kata Iriawan di Kantor KPU DKI, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).
[ads-post]
Iriawan mengatakan pihaknya memang menerima permintaan dari pihak Sandiaga untuk menunda pemeriksaan hingga usai pencoblosan yakni 19 Apri 2017.

Namun Iriawan menyatakan perlakuan khusus tidak bisa diberikan lantaran semua orang sama di mata hukum.

"Kami bilang enggak bisa, rencana 1 atau 2 hari ini kami layangkan panggilan untuk diperiksa," kata Iriawan.

Sandiaga sebelumnya dijadwalkan diperiksa pada 21 Maret 2017, namun tidak memenuhinya. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah memeriksa 12 orang saksi dalam kasus dugaan penggelapan yang menyeret nama Sandiaga.

Saat ini kasusnya masih berstatus penyelidikan. Jika ditemui alat bukti yang cukup untuk mengarah pada dugaan tindak pidana, polisi akan menaikkan kasus menjadi penyidikan dan menetapkan tersangka.[kmp]

πŸ™ RUMAHINJECT πŸ™

Kesaksian dari ROis PBNU memang sangat ditunggu tunggu, pasalnya hal inilah yang paling erat kaitannya dengan kasus Ahok saat ini, apa kesaksian dari ROIS PBNU ini ? apakah akan meringankan AHok ?? ini dia kesaksiannya



Terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) menjalani sidang ke-16 di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Dalam sidang ini menghadirkan ahli agama Islam, Masdar Farid Mas'udi. Sebagai saksi kubu Ahok, dia menyebut Allah SWT tidak akan melarang semua orang berlaku adil.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil," ungkap Masdar dengan mengutip arti surat Al-Mumtahanah Ayat 8, Rabu (29/3).

Masdar menegaskan jika tidak boleh melihat surat Al-Maidah ayat 51 secara terpisah dengan surat Al-Mumtahanah ayat 8. Al-Mumtahanah ayat 8, menurut Masdar, memperjelas surat Al Maidah ayat 51 dalam konteks memilih pemimpin nonmuslim tidak diperbolehkan untuk dipilih.

Dalam surat Al-Mumtahanah ayat 8 bahwa tak boleh dipilih sebagai aulia atau pemimpin adalah orang nonmuslim memerangi dan mengusir dari negeri. Kalau sekadar beda agama, menurut Masdar tidak masalah.
[ads-post]
"Dua ayat itu harus dilihat secara holistik," kata Masdar.

Rais Syuriah PBNU itu menyadari sesungguhnya umat muslim pintar bergaul. Fiqih, kata dia, memperlakukan kemaslahatan sama kepada seluruh manusia dengan keyakinan berbeda. Fiqih dalam lingkup pemerintahan Islam klasik mempunyai memiliki hak istimewa.

"Dalam hukum Fiqih kemaslahatan politik memperlakukan secara sama semua manusia apapun keyakinan yang dianutnya," ungkap Masdar.

Menurut Masdar diskriminasi tidak boleh dilakukan kepada orang yang tidak memerangi dengan dasar agama. Masdar juga menyebut orang yang tidak mengusir dan tidak mengusik itu boleh dianggap sebagi wali.

"Pemimpin yang tidak boleh dipilih adalah pemimpin yang memerangi umat Islam atas dasar agama," jelasnya.

Kutipan Ahok dari surat Al-Maidah ayat 51 saat mengunjungi pulau seribu, menjadikan dirinya didakwa melakukan penodaan agama. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. [mdk]

πŸ™ RUMAHINJECT πŸ™

Lagi Lagi Saksi AHOK Skakmat persidangan dan bahkan sampai ke kepolisian yang menetapkan ahok sebagai tersangka, karena menurut saksi kepolisian bahkan dinilai terlalu gegabah dalam hal ini


Ahli psikologi sosial, Risa Permana Deli, menilai transkrip pidato terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Kepulauan Seribu tidak cukup menjadi alat bukti.

Sebab, transkrip hanya berisi pidato Basuki atau Ahok di depan warga Kepulauan Seribu.

"Saya pikir, polisi terlalu gegabah (hanya) menjadikan itu sebagai alat bukti," ujar Risa, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Rabu (29/3/2017).
[ads-post]
Menurut Risa, seharusnya bukan hanya isi pidato Ahok yang menjadi alat bukti. Gerak-gerik Ahok dan reaksi masyarakat Kepulauan Seribu juga harus dicatat.

Baca - BARU SATU SAKSI SAJA SUDAH BANTAH SEMUA DAKWAAN JPU !!

"Seharusnya menyertakan gerak-gerik misalnya reaksi masyarakat yang bertepuk tangan," ujar Risa.

Selain itu, Risa menilai Ahok mengutip surat Al-Maidah karena berkaitan dengan pengalaman dia di masa sebelumnya.

"Masalahnya dia merujuk itu karena orang pernah membuat dia dalam kondisi terpojokkan dengan surat itu," ujar Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial dan Laboraturium Psikologi Sosial itu.

Hal yang dimaksud Risa adalah pengalaman Ahok saat Pemilihan Kepala Daerah di Belitung.

"Seandainya pengalaman sebelumnya dia dipojokan bukan dengar surat Al-Maidah tapi dengan lagu Bengawan Solo misalnya, pasti akan pakai lagu itu," ujar Risa.[kmp]

πŸ™ RUMAHINJECT πŸ™

Aksi mencurigakan perempuan yang hendak dan memaksa masuk ke sidang Ahok dengan membawa sangkur ( senjata Tajam ) itu memang sempat menghebohkan, karena hal ini justru sangat mencoreng citra pendukukng Ahok, karena dirinya mengaku sebagai relawan AHok, tapi setelah diselidiki ternyata dirinya adalah pasien RSJ, sungguh suatu fenomena yang lucu dan aneh, salut kepada pihak pengaman sidang yang sigap dan tanggap, ini dia detail dari sang ibu





Seorang perempuan diamankan aparat Polres Jaksel karena berupaya masuk ke ruang sidang kasus dugaan penistaan agama di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Jakarta, dengan membawa sangkur. Perempuan bernama Retno Rahayu itu ternyata pasien rumah sakit jiwa (RSJ).

"Infonya pasien RS jiwa. RS Jiwa Grogol," ujar Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Jaksel AKBP Dony Alexander kepada wartawan, Rabu (29/3/2017).
[ads-post]
AKBP Dony menduga Retno menjalani rawat jalan di RSJ Grogol. Retno disebutnya baru pertama kali datang ke sidang Ahok.

"Info baru sekali ini," ujar Dony.

Perempuan yang Bawa Sangkur ke Sidang Ahok Pasien RSJFoto: dok. Istimewa


Retno diamankan Polres Jakarta Selatan dari ruang sidang Ahok di gedung Kementan, Jakarta Selatan, pagi tadi. Dia mencoba masuk ke ruang sidang dengan membawa sangkur.

Perempuan yang mengenakan jilbab berwarna krem ini diamankan sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu (29/3/2017). Dia juga mengenakan pin bergambar Ahok-Djarot. [dtk]

Tapi Berdasarkan Data baru yang diperoleh meskipun yang seperti ini kurang yakin akan ada di media media mainstream karena pengakuan wanita itu sudah pasti dari RSJ, tampaknya gambar ini akan sangat mengena dan dapat digunakan sebagai rujukan, silahkan berpikir keras



πŸ™ RUMAHINJECT πŸ™

Kasus penangkapan anak politikus dan pedandut Rhoma Irama memang tenar dan mengelahkan kepopulerannya menjadi artis, pasalnya politikus dan pedandut ini sempat menghina AHok , meksi tidak ada korelasi, mungkin hal ini jugalah yang menyebabkan berita ditangkapnya Ridho Rhoma sangat beken dan viral di media sosial, pasalnya kelakuan anak sendiri saja tidak baik lantas bagaimana bisa perkataan Rhoma diperhatikan, setelah ditangkap, tampaknya Ridho Rhoma mengalami nasib sial kuadrat, pasalnya permintaan rehab juga ditolak, alhasil Ridho Rhoma akan meringkuk ditahanan sampai vonis mendatang, dipastikan bakalan lama dan minimal 4 Tahun penjara, . simak informasi lengkapnya




Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta memastikan Ridho Rhoma (28) tidak dilakukan rehabilitasi.

‎Ridho akan menghuni penjara hingga majelis hakim memutuskan perbuatannya.

"Dia dipastikan tidak akan diusulkan tim assesment mendapat perawatan selama menunggu keputusan pengadilan. Sebab, dia bukan korban, dia pelaku pengguna Narkoba," tegas Kepala BNNP DKI, Brigjen (Pol) Johnypol Latupeirissa, saat dihubungi, Selasa (28/3/2017).

Baca: Dikenal Bergaya Hidup Sehat, Ridho Rhoma Tak Terlihat sebagai Pemakai Narkoba

Johnypol beralasan, bila Ridho merupakan korban, maka dia atau keluarganya akan lebih dahulu melapor sebelum ditangkap.

Terlebih penggunaan sabu yang dilakukan Ridho telah berlangsung sudah dari dua tahun.

"Pengakuannya sudah dibenarkan hasil uji darah dan rambut yang dilakukan BNN," tandas Johnypol.

Pernyataan Johnypol demikian, sebagaimana komitment Kepala BNN, Komjen (Pol) Budi Waseso yang mengatakan akan memberikan rehabilitasi dan merawat pengguna narkoba yang melapor.

Sementara bagi yang ketangkap akan dipenjara.

Sebelumnya, ‎Ridho Rhoma ditangkap Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di sebuah hotel di Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (25/3/2017) pukul 04.00.

Di mobil yang dikendarai Ridho, polisi mendapat paket sabu 0,76 gram.

Polisi juga menangkap kurir sabu berinisial Mohammad Sofyan. Dia ditangkap pukul 09.00 di sebuah apartemen di kawasan Jalan Thamrin.

Terlebih, saat mengutip pernyataan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto yang menyatakan Ridho telah dua tahun mengonsumsi sabu, dan dalam enam bulan terakhir dia setiap sehari sampai dua hari sekali menghabiskan satu gram sabu.
[ads-post]
Pedangdut Ridho Rhoma seusai menjalani pengambilan sample darah, urine dan rambut dikantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Senin (27/3/2017). Dengan wajah ditutupi topeng hitam, Ridho Rhoma berjalan menuju mobil dengan pengawalan ketat dari pihak penyidik Polres Jakarta Barat. Tribunnews/Jeprima

Pedangdut Ridho Rhoma seusai menjalani pengambilan sample darah, urine dan rambut dikantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Senin (27/3/2017). Dengan wajah ditutupi topeng hitam, Ridho Rhoma berjalan menuju mobil dengan pengawalan ketat dari pihak penyidik Polres Jakarta Barat. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Johnypol menegaskan bila Ridho melakukannya secara sadar atas pilihannya sendiri.

Ia pun tidak dilakukan pemaksaan dan menjadi pelanggan tetap.

"Selama enam bulan terakhir dia sudah sampai pada tingkat pengguna akut. Jadi posisinya bukan lagi korban," ucap Johnypol.

Resmi Ditahan


AKBP Suhermanto menyatakan, Ridho resmi masuk rumah tahanan (Rutan) Polres Jakbar hingga 20 hari kedepan.

Rujukan tentang adanya rehabilitasi, kata Suhermanto, tidak akan mengganggu proses hukum. Artinya Ridho pun akan tetap ditahan.

‎Terlabih dari hasil penyidikan dan perekaman dilakukan BNN, penyidik menemukan dalam tubuh Ridho positif menggunakan sabu dan obat penenang.

"Hasil pemeriksaan contoh darah dan urine tersangka menyebutkan, di tubuhnya terkandung tiga zat adiktif Narkotika, yaitu amphetamine, methapetamine dan benzoliazipam," tutur Suhermanto.

Tertangkapnya Ridho Rhoma, menambah deretan panjang artis yang ditangkap oleh Suhermanto.

Sebelumnya, saat menjadi bagian dari Ditnarkoba Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Taman Sari‎, serta Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Suhermanto pernah menangkap empat aktor, yakni, Ibra Azhari, Revaldo, Jupiter Estimo, dan Imam S. Arifin.

"Karena itu sebelum kami tangkap, lebih baik mereka melapor dan segera mendapatkan langkah rehabilitasi daripada menghuni Rutan," ujar Suhermanto.

Suhermanto mengakui, pemasok sabu ke artis yang membuat Ridho ditangkap adalah jaringan baru pemasok sabu ke kalangan artis.

"Beda jaringan dengan para pemasok sabu ke kalangan artis lainnya seperti pernah kami ungkap," tutur Suhermanto.

Mempercepat hal itu, berkas kasus Ridho pun tengah dipersiapkan, termasuk merampungkan keterangan Ridho untuk menyisir jaringan narkoba di kalangan Artis. Serta mencari pemasok sabu berinisial AD.

Meski demikian, terkait persoalan rehabilitasi terhadap Ridho sebagaimana yang diajukan pihak keluarga.

Suhermanto mengaku pihaknya menyerahkan hal itu kepada BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) DKI Jakarta.

Sebab, proses assesment sepenuhnya menjadi kewenangan BNNP.

Namun bila nantinya BNNP merekomendasikan Ridho untuk di Rehab.

Maka pihaknya akan menitipkan Ridho ke BNNP, namun begitu, ia menjamin proses hukumnya tetap berlanjut.

"Yah kita lakukan, semuanya tetap ada. Biar Direhab juga kami tetap proses," tutur Suhermanto.

Selain Ridho, polisi juga tengah merampungkan pemeriksaan terhadap Mohammad Sofyan, rekan Ridho yang ikut ditangkap.

Keduanya di jerat dengan Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotik.

Ridho dijerat Pasal 112 ayat 1 Sub pasal 127 jo pasal 132. Sementara Sofyan, di jerat pasal 114 ayat 1 Sub pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1.

‎Menyesal


Ridho Rhoma pernah alami kecelakaan lalu lintas sekitar dua tahun yang lalu. Benarkah karena efek dari konsumi sabu?

Ridho Rhoma pernah alami kecelakaan lalu lintas sekitar dua tahun yang lalu. Benarkah karena efek dari konsumi sabu? (INSTAGRAM)

Melalui pengacaranya, Ismail Ramli, Ridho Rhoma sendiri mengaku menyesali ‎perbuatannya.

Setelah dilakukan penangkapan oleh Polisi, Ridho lebaih banyak berdiam diri, dan menyesali perbuatannya.

"Ia berpesan jangan sampai ada lagi yang ikut perbuatanya," ujar Ismail.

‎Ismail mengakui Ridho nekat menggunakan sabu karena melakukan program diet.

Ia mengatakan melalui sabu dirinya berupaya untuk mengurangi berat badan. Dari mana caranya, Ismail enggan memperinci.

Namun demikian, lepas dari hal itu, Ismail mengaku dirinya tengah berupaya untuk mengajukan rehabilitasi terhadap kliennya.

"Yang jelas, kami tetap ikuti prosedurnya dan aturan hukumnya," tutupnya.[trib]

πŸ™ RUMAHINJECT πŸ™

Aksi 313 Yang sudah tinggal menghitutng hari tepat tanggal 31 Maret nanti, atau 2 hari lagi, kepolisian tampaknya sudah mengambil langkah preventif, mulai dari ijin 313 yang belum dilaporkan atau mengeluarkan himbauan mengenai prosedur dan larangan peserta Aksi, bahkan dalam himbauannya kepolisian menegaskan bahwa aksi ini rawan disusupi oleh kepentingan Aksi pilkada DKI,



Polda Metro Jaya telah menerima surat tembusan dari Mabes Polri terkait surat pemberitahuan demo akto Basuki Tjahaja Purnama atau aksi 313 yang akan berlangsung pada Jumat (31/3/2017). Penggagas dmeo itu kelompok ormas dekat FPI, FUI.

"Izinnya ke Mabes, Polda (Metro Jaya) terima tembusannya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (29/3/2017).

Pendemo mengklaim aksi tersebut berisi kegiatan ibadah. Tapi polisi tetap melakukan pengawasan dan pengamanan aksi ini agar tidak disusupi kegiatan politik yang berkaitan dengan Pilkada Jakarta putaran dua.
[ads-post]
"Kalau ada unsur Pilkada tentu nanti ada konsekuensinya, ya," katanya.

Sebelumnya, Ketua Kaderisasi FUI, Bernard Abdul Jabbar mengklaim aksi 313 tidak berkaitan dengan Pilkada Jakarta putaran kedua. Menurutnya aksi ini murni untuk menegakkan hukum agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dicopot sebagai gubernur Jakarta karena telah berstatus sebagai terdakwa kasus penodaan agama.

Dia menganggap pemerintahan Presiden Joko Widodo telah melindungi Ahok dari jeratan hukum. Seharusnya, Ahok dicopot dari jabatannya karena sedang tersangkut kasus tindak pidana.

Bernard juga menjamin aksi ini akan dilakukan secara damai. Namun, dia meminta masyarakat lain memaklumi apabila dalam aksi ini menimbulkan kemacetan di Jakarta.

Aksi tersebut rencananya dimulai dengan salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal pada pukul 11.30 WIB. Setelah itu, mereka bergerak ke depan Istana Merdeka pada pukul 13.00 WIB.[sua]

πŸ™ RUMAHINJECT πŸ™

Kasus Pemukukulan yang dialami oleh salah satu kader PDIP dan relawan Ahok-Djarot di Tambora memang sudah masuk ranah pidana, Rudy PEggy,( sang pelaku ) juga sudah sempat ditahan, tapi akhirnya dari keduanya ditemukanlah titik damai, Relawan Ahok yang dipukuli tersebut akhirnya memaafkan sang pelaku dan akan mencabut laporannya,


Ruby Peggy Prima kini menjadi tersangka pengeroyok relawan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat bernama Iwan.

Kasus tersebut belakangan diselesaikan secara kekeluargaan. Iwan pun mengajukan permohonan pencabutan laporan kasus ke kantor Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat pada Jumat (24/3/2017.

"Damai mereka. (Laporannya dicabut) udah seminggu lalu," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Andi Adnan, Rabu (29/3/2017)
[ads-post]
Tapi, Ruby tidak otomatis bebas. Pasalnya, permohonan Iwan harus mendapatkan persetujuan dari Kapolres Metro Komisaris Besar Roycke Harry Langie terlebih dahulu.

"Mudah-mudahan, kalau ditandatangani kapolres secepatnya (bebas). Sedang diajukan ke kapolres," kata dia.

Kasus pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Kali Anyar 6, Kelurahan Kali Anyar 6, RT 11, RW 3, Tambora, Jakarta Barat. Ihwal kasus, Iwan berteriak "hidup Ahok" di dekat telinga orangtua yang berdiri di pinggir jalan. Tak lama kemudian, terjadilah keributan.

Kasus tersebut sempat memunculkan ketegangan. Beruntung, aparat penegak hukum menanganinya dengan cekatan.[sua]
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
ADS

Bagaimana pendapat anda setelah membaca artikel diatas, jangan lupa tinggalkan jejak dan tuliskan komentar yang relevan, ajak pula temanmu untuk membaca info ini dengan menggunakan tombol share yang ada!! Terima kasih sudah sempat datang.
NB : Mobile Version paling bagus dilihat di Google Chrome

tabsrecent(blogpost)/random,ISLAM,WORLD

About Me

My photo

FB Page - https://www.facebook.com/SUARANKRISEJATI/
Hallo perkenalkan nama saya adalah Zona Baca yang mana akun G+ ini saya buat untuk berkomunikasi dengan anda dan digunakan untuk memberikan informasi kepada Anda semua, jika anda kebetulan datang ke Halaman Profil ini, jangan sungkan tambahkan saya sebagai teman Anda, Meskipun nama ini tidak mencerminkan nama yang benar benar dari akta, tapi setidaknya anda dapat berkomunikasi dengan baik dengan saya, Jadi tunggu apa lagi , Jangan lupa add saya dan tambahkan kedalam lingkaran pertemanan anda  - Jangan lupa Pula kunjungi blog  ini - http://rumahinjectssh.blogspot.com  yang merupakan sarana saya dalam menyampaikan sebuah informasi dan juga sebagai sarana untuk mengisi waktu luang yang bisa bermanfaat, Tidak ada manusia sempurna tetapi saya akan selalu berusaha lebih baik lagi dalam merawat dan mengisi halaman-halaman ini. - Jangan lupa berikan informasi yang Anda baca kepada teman teman anda juga. Selamat Membaca - Karena Membaca Adalah Sumber Ilmu Yang Berharga.
Powered by Blogger.